0

Mouse Action


  • klik start-All program-Netbeans
  • klik file-New project atau tekan CTRL+Shift+N untuk membuat project baru,
  • pada kotak dialog Step 1,pilih Categoris : Java dengan project : Java Aplication,kemudian klik next.
  • pada kotak dialog Step 1, isikan project Name, tentukan project location,kemudian klik finish.
  • pada source Packages,klik kanan New-Java Class
  • pana Class name ketik Nama class moseaction,kemudian klik finish.
  • kemudian ketik source kode di bawah ini.
import java.awt.*;
import javax.swing.*;
import java.awt.event.*;


class mouse extends JFrame implements MouseMotionListener{
public JLabel l1;
public JTextField t1;
public JPanel p1;


public mouse (){
l1=new JLabel ("KOordinat Frame");


t1=new JTextField(10);


p1=new JPanel();


setDefaultCloseOperation(3);
setSize(300, 200);
setVisible(true);
setTitle("mouse action");
setLayout(new BorderLayout());
add(p1,"South");
p1.setLayout(new GridLayout(1,2));
p1.add(l1);
p1.add(t1);
addMouseMotionListener(this);
}
public void mouseDragged(MouseEvent me) {
throw new UnsupportedOperationException("Not supported yet.");
}
public void mouseMoved(MouseEvent me) {
t1.setText("Koor X:"+me.getX()+"Koor y:"+me.getY());
Frame frame=new Frame("Text Area");
TextArea textArea=new TextArea("Koor X:"+me.getX()+"Koor y:"+me.getY(),10,20);
frame.add(textArea);
frame.setLayout(new FlowLayout());
frame.setSize(200,200);
frame.setVisible(true);
frame.addWindowListener(new WindowAdapter(){
public void windowClosing(WindowEvent e){
System.exit(0);
}
});
}
}
public class moseaction {
public static void main(String[] args){
new mouse();
}
}
  • tekan F9 untuk mengcopile program.
  • tekan Shift+F6 untuk menjalankn program java.
Output program:
  • kondisi awal output kan seperti di bawah ini

  • kita masukan mouse ke dalam frame dengan kordinat di bawah ini

  • maka kordinat tadi akan tersimpan di text area di bawah ini
  • lalu kita gerakkan mouse lagi,dan kita dapat koordinat seperti di bawah ini

  • maka akan terbuka frme baru yitu fram text area lagi,dan akan menyimpan koordinat tersebut ke dalam text area.
    •  dan seterusnya text area akan muncul apabila kita gerakan mouse..


0

LOGIN


  • klik start-All program-Netbeans
  • klik file-New project atau tekan CTRL+Shift+N untuk membuat project baru,
  • pada kotak dialog Step 1,pilih Categoris : Java dengan project : Java Aplication,kemudian klik next.
  • pada kotak dialog Step 1, isikan project Name, tentukan project location,kemudian klik finish.
  • pada source Packages,klik kanan New-Java Class
  • pana Class name ketik Nama class button,kemudian klik finish.
  • kemudian ketik source kode di bawah ini.
import javax.swing.*;
import java.awt.event.*;
public class button extends JFrame implements ActionListener {
final JTextField fnama = new JTextField(10);
final JPasswordField fpass = new JPasswordField(10);
JLabel luser = new JLabel("User");
JLabel lpass = new JLabel("Pass");
JButton btnSave = new JButton("ok");
JButton btnCancel = new JButton("Cancel");
public button() {
setTitle("Login");
setDefaultCloseOperation(3);
setSize(230,130);
btnSave.addActionListener(this);
btnCancel.addActionListener(this);
setLayout(null);
add(luser);
add(lpass);
add(fnama);
add(fpass);
add(btnSave);
add(btnCancel);
luser.setBounds(10,10,120,20);
lpass.setBounds(10,35,120,20);
fnama.setBounds(90,10,115,20);
fpass.setBounds(90,35,115,20);
btnSave.setBounds(10,70,90,20);
btnCancel.setBounds(115,70,90,20);
setVisible(true);
}
public void actionPerformed(ActionEvent event) {
if(event.getSource()==btnSave){
String nama = fnama.getText();
String pass = new String(fpass.getPassword());
if(pass.compareTo("java")==0)
{
JOptionPane.showMessageDialog(this," Loging Berhasil (^-^) ", "Message",
JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE);
}
else
{
JOptionPane.showMessageDialog(this, "Login Gagal (^.^)","Message Alert",
JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
System.exit(0);
}
}
if (event.getSource() == btnCancel) {
// fnama.setText("");
// fpass.setText("");
System.exit(0);
}
}
public static void main(String[] aregs) {
new button().setVisible(true);


}
}
  • tekan F9 untuk mengcopile program.
  • tekan Shift+F6 untuk menjalankn program java.
Output program:

  • kita isi user dan password


  • sesudah kita isi kita tekan tmbol OK
  • maka akan muncul message seperti di bawah ini
  • masage di bawah ini akan muncul jika kita mengisi passwod salah

  • kemudian kita isi lagi login
  • tapi dengan password yang benar,dengan password java

  • maka massagenya akan seperti di bawah ini


  • jika kita menekan tombol cancel,maka tampilan login akan keluar.

0

Input Output


Dasar teori
Predikat I/O adalah predikat standar untuk membaca (mengambil) data dan mengeluarkan (menuliskan) data. Predikat I/O disebut juga efek samping (side effect) karena akibat dari padanya tidak dapat dibatalkan dengan lacak balik.
  1. Predikat Output
Tiga predikat standar untuk menulis (output), yaitu :
  • write, yaitu predikat yang bercirikan dengan tanda asterik (*) pada tanda jumlah argumen dalam penyebutannya. Predikat ini digunakan untuk menuliskan konstanta atau isi variabel ke piranti output yang dikenali pada saat itu.
  • writef, yaitu predikat yang mempunyai fungsi hampir sama dengan predikat write, hanya hasilnya mempunyai format seperti yang diinginkan.
  • writedevice, yaitu predikat yang digunakan untuk mengubah atau mendapatkan informasi tentang piranti output yang dikenali oleh program pada saat itu. Bila variabel piranti yang menyertai predikat writedevice adalah variabel bebas, itu berarti minta informasi, sedangkan bila variabel yang menyertai adalah variabel terikat, berarti mengubah piranti output.
  1. Predikat Input
Lima buah predikat input, yaitu :
    • readln, yaitu predikat yang digunakan untuk membaca sederetan karakter dari piranti input sampai ditemukan tanda carriage return (ASCII 13). Karakter yang dibaca ditampilkan di layar monitor.
    • readchar, yaitu predikat yang digunakan untuk membaca karakter tunggal dari piranti input (tanpa perlu enter). Karakter ytang dibaca tidak ditampilkan di layar monitor.
    • readint, yaitu predikat yang digunakan untuk membaca bilangan bulat sampai tombol enter ditekan. Readint akan fail apabila bilangan bulat yang dibaca tidak sesuai
dengan yang sudah didefinisikan (-32,768 hingga 32,767).
    • readreal, yaitu predikat yang digunakan untuk membaca bilangan real sampai tombol enter ditekan.
    • readdevice, yaitu predikat yang digunakan untuk mengubah atau meminta informasi tentang piranti input yang saat ini dikenal.

  1. Jendela(Window)
Untuk membuat sebuah jendel, digunakan predikat jadi:
Makewindow(NoJdl, Atrscr, AtrBingkai, StrKepala, Baris, Kolom, Tinggi, Lebar)

Dimana:
NoJdl : nomor jendela yang dibuat.
Atrscr : warna tulisan dan latar belakang.
AtrBingkai : warna bingkai.
StrKepala : judul jendela anda (diletkkan diatas tengah).
Baris, Kolom : titik sudut kiri atas jendela.
Tinggi, Lebar : ukuran jendela (maksimum adalah sebesar layar).

Project Input dan Output
PREDICATES
tes_jendela
GOAL
tes_jendela.
CLAUSES
tes_jendela :-
makewindow(1,1,5, "SATU",0,0,10,20),
write("Jendela 1\n"),
write("Nim"),
write("Nama"),
write("Bingkai magenta"),
makewindow(2,62,129,"DUA",0,22,10,40),
write("Jendela 2\n"),
write("Tulisan kuning, latar belakang biru muda, "),
write("Bingkai biru berkedip"),
makewindow(3,10,116,"TIGA",8,0,10,30),
write("Jendela 3\n"),
write("Tulisan hijau terang, latar belakang gelap, "),
write("Bingkai hijau reverse"),
readchar( _ ),
shiftwindow(1),
write("\n pindah ke jendela 1"),
readchar( _ ),
shiftwindow(2),
removewindow,
shiftwindow(3),
write("\n sekarang di jendela 3 lagi"),
readchar( _ ),
clearwindow,
makewindow(4,9,13,"EMPAT",0,40,20,40),
makewindow(5,13,14,"LIMA",10,45,9,30),
write("jendela di dalam jendela").

Penjelasan project:
  • makewindow, untuk membuat sebuah jendela.
  • write, predikat ini di gunakan untuk menuliskan konstanta atau isi variabel ke piranti output yang di kenali pada sat itu.
  • Readchar, di gunakan untuk bembaca karakter tunggal dari piranti input(tanpa perlu enter).bentuk umum : readchar (VarChar).
  • Clearwindow, buat mengosongkan jendela atau bingkai.
  • Kita langsung ke outputnya saja.
Output:
  • ketika di RUN output yang akan keluar seperti di bawah ini.
  • Dia menjalankan project ini.
    makewindow(1,1,5, "SATU",0,0,10,20),
    write("Jendela 1\n"),
    write("Nim"),
    write("Nama"),
    write("Bingkai magenta"),
    makewindow(2,62,129,"DUA",0,22,10,40),
    write("Jendela 2\n"),
    write("Tulisan kuning, latar belakang biru muda, "),
    write("Bingkai biru berkedip"),
    makewindow(3,10,116,"TIGA",8,0,10,30),
    write("Jendela 3\n"),
    write("Tulisan hijau terang, latar belakang gelap, "),
    write("Bingkai hijau reverse"),

    • Lalu ketika kita tekan sembarang,output yang akan keluar seperti di bawah ini.
    • Dia menjalankan project ini.
  • readchar( _ ),
    shiftwindow(1),
    write("\n pindah ke jendela 1"),
    readchar( _ ),
    shiftwindow(2),
    removewindow,
    shiftwindow(3),
    write("\n sekarang di jendela 3 lagi")

    • Kemudian kita tekan sembarang tombol lagi
    • maka outputnya akan jadi seperti ini
    • dengan menjalankan project
  • readchar( _ ),
    clearwindow,
    makewindow(4,9,13,"EMPAT",0,40,20,40),
    makewindow(5,13,14,"LIMA",10,45,9,30),
    write("jendela di dalam jendela")

    • Tekan sembarang lagi maka akan kembali ke jendela editor.
0

Multi Layout & Grid Bag Layout


TUGAS

  1. program MultiLayout
    a. klik start-All program-Netbeans
    b. klik file-New project atau tekan CTRL+Shift+N untuk membuat project baru,
    c. pada kotak dialog Step 1,pilih Categoris : Java dengan project : Java Aplication,kemudian
    klik next.
    d. pada kotak dialog Step 1, isikan project Name, tentukan project location,kemudian klik
    finish.
    e. pada source Packages,klik kanan New-Java Class.
    f. pana Class name ketik Nama class MultiLayout,kemudian klik finish.
    g.kemudian ketik source kode di bawah ini.
/**
*
* @author RIYAN
*/
import java.awt.*;
import javax.swing.*;
class multi extends JFrame {
JButton b1,b2,b3,b4,b5,b6,b7;
JLabel gambar;
JPanel panel1,panel2;
public multi (){
setTitle("Multi Layout");
b1=new JButton ("B1");
b1.setMnemonic('1');
b2=new JButton ("B2");
b2.setMnemonic('2');
b3=new JButton ("B3");
b3.setMnemonic('3');
b4=new JButton ("B4");
b4.setMnemonic('4');
b5=new JButton ("B5");
b5.setMnemonic('5');
b6=new JButton ("B6");
b6.setMnemonic('6');
b7=new JButton ("B7");
b7.setMnemonic('7');
//gambar=new JLabel(new ImageIcon("D:/linux/2009_03_01_archive_files/Resizeofphilad1.jpg"));
gambar=new JLabel(new ImageIcon("C:/gambar/basket ball/three_streetball.jpg"));
panel1=new JPanel(new FlowLayout());
panel1.add(b1);
panel1.add(b2);
panel1.add(b3);
panel2=new JPanel(new GridLayout(2,1));
panel2.add(b4);
panel2.add(b5);
setLayout(new BorderLayout());
add (panel1,"North");
add (panel2,"West");
add (b7,"South");
add (b6,"East");
add (gambar,"Center");
pack();
setSize(400,400);
setVisible(true);
setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
}
}
public class MultiLayout {
public static void main(String[] args){
multi m =new multi();
}
}

h. tekan F9 untuk mengcopile program.
i. tekan Shift+F6 untuk menjalankn program java.

Output program:


  1. Program GridBagLayout
    a. klik start-All program-Netbeans
    b. klik file-New project atau tekan CTRL+Shift+N untuk membuat project baru,
    c. pada kotak dialog Step 1,pilih Categoris : Java dengan project : Java Aplication,kemudian
    klik next.
    d. pada kotak dialog Step 1, isikan project Name, tentukan project location,kemudian klik
    finish.
    e. pada source Packages,klik kanan New-Java Class.
    f. pana Class name ketik Nama class MultiLayout,kemudian klik finish.
    g. kemudian ketik source kode di bawah ini.
/**
*
* @author RIYAN
*/
import java.awt.*;
import javax.swing.*;
class bim extends JFrame {
JButton b1,b2,b3,b4,b5,b6,b7,b8,b9,b10,b11;
JPanel panel1,panel2,panel3, panel4;
public bim(){
setTitle("Grid bag Layout");
b1=new JButton ("B1");
b1.setMnemonic('1');
b2=new JButton ("B2");
b2.setMnemonic('2');
b3=new JButton ("B3");
b3.setMnemonic('3');
b4=new JButton ("B4");
b4.setMnemonic('4');
b5=new JButton ("B5");
b5.setMnemonic('5');
b6=new JButton ("B6");
b6.setMnemonic('6');
b7=new JButton ("B7");
b7.setMnemonic('7');
b8=new JButton ("B8");
b8.setMnemonic('8');
b9=new JButton ("B9");
b9.setMnemonic('9');
b10=new JButton ("B10");
b10.setMnemonic('a');
b11=new JButton ("B11");
b11.setMnemonic('b');
panel1 = new JPanel(new GridLayout(3,1));
panel1.add(b1);
panel1.add(b2);
panel1.add(b3);
panel2 = new JPanel(new GridLayout(2,1));
panel2.add(b5);
panel2.add(b6);
panel3 = new JPanel (new GridLayout(1,3));
panel3.add(panel1);
panel3.add(b4);
panel3.add(panel2);
panel4 = new JPanel (new GridLayout(1,4));
panel4.add(b8);
panel4.add(b9);
panel4.add(b10);
panel4.add(b11);
setLayout(new GridLayout(3,1));
add(panel3);
add(b7);
add(panel4);
pack();
setSize(400,400);
setVisible(true);
setDefaultCloseOperation(3);
}
}
public class GridBagLayout {
public static void main(String[] args){
bim g = new bim ();
}
}

h. tekan F9 untuk mengcopile program.
i. tekan Shift+F6 untuk menjalankn program java.

Output program:

1

LAPORAN

Linux memiliki 2 mode untuk menjalankan aplikasi, yaitu :

1. Terminal Mode, pada mode ini anda akan bekerja pada Shell, contohnya adalah pada Terminal, untuk bekerja pada Shell murni, cukup dengan menekan Ctrl+Alt+F1 (Ctrl+Alt+F7 untuk kembali ke Graphical mode).

2. Graphical Mode, pada mode ini anda akan bekerja pada tampilan layaknya windows dengan mode grafis dan tertata pada panel menu. Pada praktikum linux, mode yang sering digunakan adalah Terminal Mode, sehingga anda akan dituntut untuk mengenal beberapa command yang ada.

Di mode ini, secara umum terdapat 2 jenis user (pengguna), yakni :

1. Super User (Root), user ini memiliki simbol #, user ini tidak memiliki keterbatasan dan memiliki hak akses penuh terhadap sistem.

2. Ordinary User (User Biasa), user ini memiliki simbol $, user ini memiliki keterbatasan dan hak terhadap system.

Standar penamaan pada Shell yakni :

user@nama_mesin:/$

Pada komputer kampus penamaannya adalah :

student@student_ifupnyk:~$

secara umum dapat diartikan sebagai berikut :

1. login sebagai user student
2. dengan hostname student_ifupnyk
3. merupakan user biasa ($)

B. Pembahasan Praktikum : Perintah Dasar

Struktur dasar perintah linux adalah :

Perintah­­­­[spasi]Parameter­[spasi]Objek

1. cd (change directory)

merupakan perintah untuk berpindah direktorisintaks umum :

cd[spasi]parameter[spasi]nama_direktori

Contoh penggunaan :

a. Berpindah ke direktori diatas direktori kita berada

student@student_ifupnyk:~$ cd ..

b. Berpindah ke direktori tertentu

- student@student_ifupnyk:~$ cd /home

pindah ke dir home

- student@student_ifupnyk:~$ cd /home/student

pindah ke dir student yang berada pada dir home

2. cat

merupakan perintah untuk menampilkan isi file (biasanya non binary)sintaks umum :cat[spasi]parameter[spasi]nama_direktoriContoh penggunaan :a. Menampilkan isi file passwd pada direktori etcstudent@student_ifupnyk:~$ cat /etc/passwd

3. pwd

merupakan perintah untuk memeriksa keberadaan / posisi user sedang berada pada direktori aktif apaContoh penggunaan :a. Menampilkan dir aktif (sekarang berada di /home/student)student@student_ifupnyk:~$ pwdakan muncul /home/student

4. ls (list)

merupakan perintah untuk menampilkan isi suatu direktorisintaks umum :ls[spasi]-parameterParameter yang digunakan :- a (all)menampilkan seluruh file dalam direktori termasuk hidden file- R (rekursi)menampilkan seluruh isi dir (termasuk dir yang berada dalam dir)- l (long)menampilkan file beserta info file tersebut dalam bentuk long listContoh penggunaan :a. Menampilkan isi direktori aktif ditempat user beradastudent@student_ifupnyk:~$ ls -lb. Menampilkan isi direktori tertentu- student@student_ifupnyk:~$ ls /homemenampilkan file dir home dengan format long list- student@student_ifupnyk:~$ ls -l /home/studentmenampilkan file dir student yang berada pada dir home dengan format long list

5. mkdir (make directory)

merupakan perintah untuk membuat direktori baru (kosong)Contoh penggunaan :a. Membuat direktori kosong ditempat user beradastudent@student_ifupnyk:~$ mkdir cobab. Membuat direktori kosong pada direktori tertentu- student@student_ifupnyk:~$ mkdir /home/cobamembuat dir coba pada dir home- student@student_ifupnyk:~$ mkdir /home/student/cobamembuat dir coba pada dir student yang berada pada dir home

6. rmdir (remove directory)

merupakan perintah untuk menghapus direktori kosongContoh penggunaan :a. Menghapus direktori kosong ditempat user beradastudent@student_ifupnyk:~$ rmdir cobab. Menghapus direktori kosong pada direktori tertentu- student@student_ifupnyk:~$ rmdir /home/cobamenghapus dir coba pada dir home- student@student_ifupnyk:~$ rmdir /home/student/cobamenghapus dir coba pada dir student yang berada pada dir home

7. touch

merupakan perintah untuk membuat file baru yang bernilai 0 Bytesintaks umum :touch[spasi]nama_fileContoh penggunaan :a. Membuat file ditempat user beradastudent@student_ifupnyk:~$ touch file123.txtb. Membuat file pada direktori tertentu- student@student_ifupnyk:~$ touch /home/file123.txtmembuat file123.txt pada dir home- student@student_ifupnyk:~$ touch /home/student/ file123.txtmembuat file123.txt pada dir student yang berada pada dir home

8. mv (move)

merupakan perintah untuk memindahkan file antar direktori maupun mengganti nama filesintaks umum :mv[spasi]-parameter[spasi]nama_file_dan_dir[spasi]letak_dir_baruParameter yang digunakan :- ftidak ada warning untuk overwrite data- iada warning untuk overwrite data- vmenampilkan seluruh info selama proses pindah dataContoh penggunaan :a. Memindahkan file dari direktori aktif ke direktori tertentustudent@student_ifupnyk:~$ mv file123.txt /etc/file123.txtb. Memindahkan file dari direktori tertentu ke direktori tertentu pulastudent@student_ifupnyk:~$ mv /home/file123.txt /etc/file123.txtc. Me-rename file direktori aktifstudent@student_ifupnyk:~$ mv file123.txt file.txtd. Me-rename file direktori tertentustudent@student_ifupnyk:~$ mv /etc/file123.txt /etc/file.txt

9. cp (copy)

merupakan perintah untuk mengkopi filesintaks umum :

cp[spasi]-parameter[spasi]nama_file_dan_dir[spasi]letak_dir_baru

Parameter yang digunakan :

- f — tidak ada warning untuk overwrite data

- i — ada warning untuk overwrite data

- v — menampilkan seluruh info selama proses pindah data

Contoh penggunaan :

a. Mengkopi file dari direktori aktif ke direktori tertentu

student@student_ifupnyk:~$ cp file123.txt /etc

b. Mengkopi file dari direktori tertentu ke direktori tertentu pula

student@student_ifupnyk:~$ cp /home/file123.txt /etc

10. chown (change owner)

merupakan perintah untuk mengubah hak kepemilikan user terhadap suatu file

Option yang digunakan :

- R (pengulangan), mengubah hak kepemilikan seluruh file dalam direktori

- v (verbose mode), menampilkan status dari seluruh aksi perintah chown

- c, menampilkan status file yag dapat diubah

Contoh penggunaan :

a. Mengubah kepemilikan file123.txt menjadi milik mhsiswa

student@student_ifupnyk:~$ chown mhsiswa /etc/file123.txt

b. Mengubah kepemilikan seluruh file dengan ekstensi doc

student@student_ifupnyk:~$ chown –Rc student. student_

ifupnyk *.doc

11. chgrp (change group)

merupakan perintah untuk mengubah hak kepemilikan group terhadap suatu file

Contoh penggunaan :

a. Mengubah kepemilikan file123.txt menjadi milik mahasiswa

student@student_ifupnyk:~$ chgrp

mahasiswa /etc/file123.txt

12. chmod

merupakan perintah untuk merubah hak akses suatu file atau direktori

hak akses terdiri atas 3 command, yaitu :

1. r (read) — hak untuk melihat atau membaca file tersebut

2. w (write) — hak untuk membuat baru, memodifikasi atau menghapus file

3. x (execution) — hak untuk mengeksekusi dan menjalankan file tersebut

hak kepemilikan terbagi 3, yaitu :

1. u (user)

2. g (group)

3. o (other)

format lengkap (long list) suatu file dapat diketahui dengan perintah ls –l

salah satu contoh file adalah :

|-|rw-|r—-|r—-|1|student|student|0|2007-09-28|12:25|file.txt

1a 1b 1c 1d 2 3 4 5 6 7 8

Format diatas dapat di jabarkan menjadi 8 bagian, yakni :

1. keterangan hak akses

1.a keterangan dir, link atau file

- - = file

- d = dir

- l = link / shortcut

- s = milik sistem

1.b hak akses untuk owner atau user

1.c hak akses untuk group

1.d hak akses untuk other (bukan user / group anggota)

2. - jika 1a bernilai - maka angka 1 artinya merupakan sebuah file

- jika 1a bernilai d maka angka 2 artinya direktori tersebut memiliki 2 file

- jika 1a bernilai s maka angka 1 artinya merupakan sebuah system dan memiliki

sebuah file

3. owner, merupakan nama pembuat atau pemilik file

4. group, merupakan nama group pemilik file

5. – jika 0 Byte, biasanya merupakan sebuah file

– jika 4096 Byte (4KB), biasanya merupakan sebuah direktori

6. tanggal terakhir file dimodifikasi atau tanggal file dibuat

7. waktu terakhir file dimodifikasi atau waktu file dibuat

8. nama file chmod dapat digunakan dengan 2 cara, yakni :

1. Metode HurufMetode ini menggunakan tanda + atau –

untuk merubah hak akses (rwx) pada user, group atau other (ugo)

Contoh penggunaan :

a. Mengubah rw- r—- r-— menjadi rwx r—x r-x pada file.txt yang berada

pada direktori aktif

student@student_ifupnyk:~$ chmod +x file.txt

b. Mengubah rwx r—x r-x menjadi rwx rwx rwx pada file.txt yang berada

pada direktori etc

student@student_ifupnyk:~$ chmod go+w /etc/file.txt

2. Metode AngkaMetode ini merubah nilai rwx menjadi angka, rinciannya :

- r = angka 4

- w = angka 2

- x = angka 1

contoh penggunaannya :

- rwx = 4+2+1 = 7

- rw = 4+2 = 6

- wx = 2+1 = 3

untuk hak kepemilikan, memiliki format ugo sebagai berikut :

- user = angka diletakkan dengan format ratusan

- group = angka diletakkan dengan format puluhan

- other = angka diletakkan dengan format satuan

contoh penggunaannya :

- u(rwx) g(rwx) o(rwx) = 777

- u(rw) o(r) = 604

Contoh penggunaan chmod :

a. Mengubah rw- r—- r-— menjadi rwx r—x r-x pada file.txt yang berada

pada direktori aktif

student@student_ifupnyk:~$ chmod 755 file.txt

b. Mengubah rwx r—x r-x menjadi rwx rwx rwx pada file.txt yang berada

pada direktori etc

student@student_ifupnyk:~$ chmod 777 /etc/file.txt
0

TUGAS

1.Hak akses Data:
a. adduser
Dalam sebuah linux harus ada sebuah nama penggua atau user. Ini digunakan sebagai security atau keamanan dari pemakai. Untuk membuat atau menambah user di linux menggunakan perintah : # adduser
b. usermod
Perintah ini digunakan untuk mengubah atau memodifikasi nama user dan privasinya. Sinopsis perintah untuk mengubah user adalah : # usermod
c. userdel
Perintah ini digunakan untuk menghapus user dari sistem linux. sinopsis yang digunakan dalam perintah ini adalah : # userdel
d. groupadd
Dalam sebuah sistem linux juga harus tersedia groups atau kelompok-kelompok user. Ini digunakan untuk mengetahui kelompok pengguna terutama jika menggunakan banyak user dalam sistem linux sehingga dapat mudah mengkoordinasi dan management keamanannya. Sinopsis dalam perintah ini adalah :groupadd
e. chmod
Dalam sistem linux setiap file atau directory memiliki modus dan hak untuk mengaksesnya dan diwakili dengan kode hak ases berupa huruf dan angka seperti pada tabel berikut ini:
Kode Huruf Kode Angka Artinya
r 1 Read : Hak untuk membaca file
w 2 Write : Hak untuk menulis / mengubah / menghapus file
x 4 Execute : Hak untuk menjalankan file
Hak akses tersebut diberikan kepada :
Owner : Pemilik file
Group : User lain dalam satu group
Other : User lain beda group

2.Create New User:
- pertama masuk dalam DOS dengan menekan CTRL-ALT-F1
- setelah masuk kita is Username dan Password yang sudah ad.
- kemudian kita ketik sudo add user [nama user baru]
- lalu di minta memasukkan password lama
- setelah itu baru kita isi password baru dengan perintah Enter UNIX password: [password baru],lalu isi Retype atau ketik ulang password.
- kemudian ada perintah lagi:
*Try
- setelah jadi kita isi:
* Full nama []:
* Room number []:
* Work phone []:
* Home phone[]:
* Other []:
- ada perintah lagi:
is the irformation correct ? [y/n]
apabila benar kita ketik Y
- setelah itu kita ketik sudo nano /atc/sudoers
- kita enter,maka akan masuk ke GNU nano 2.2.2
- lalu kita ketik di bawah root:
user ALL = (ALL) ALL
- sesudah itu kita save dengan menekan CTRL-X lalu tekan Y
- new user sudah jadi..
0

Teori Dasar Linux


Sistem operasi Linux terdiri dari kernel, program sistem dan beberapa program Aplikasi. Kernel merupakan inti dari sistem operasi yang mengatur penggunaan
Memory, piranti masukan dan keluaran proses-proses,
pemakaian file pada file
System dll. Program system dan semua program-
program lainnya yang berjalan diatas Kernel disebut user mode.
Perbedaan mendasar antara program system dan program aplikasi adalah program sistem dibutuhkan agar suatu sistem operasi dapat berjalan, sedangkan program aplikasi adalah program system yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu
Aplikasi tertentu. Contoh daemon merupakan program system, dan pengolahan kata (word processor) merupakan program aplikasi. shell adalah jembatan antara user input dengan kernel, berfungsi memberikan fasilitas pada pengguna agar bisa berinteraksi dengan komputer ( baik software maupun hardware).
Shell adalah program yang membaca input standart yaitu keyboard, ketika kita mengetikkan sesuatu di keyboard maka shell akan menafsirkan apa yang kita ketik kan. Sebagai contoh apabila kita mengetikkan ls pada shell dan ls ternyata merupakan program yang akan di eksekusi maka shell akan menjalankan program tersebut.
Misal:antoro@drutz:~$ ls
test
antoro@drutz:~$ ls
bash : hello: command not found
antoro@drutz:~$
Kita dapat melihat bahwa ketika ls kita ketikkan maka program ls dijalankan, sedangkan apabila kita jalankan hello dan karena memang tidak ada program maka shell tidak dapat mengeksekusi. Seperti halnya dalam disk operating system(dos) terdapat perintah-perintah untuk mengoperasikan
istem tersebut, begitu juga dalam Linux kita dapat mengelola dan mengatur sistem tersebut dengan perintah dasar(teks only). Linux membedakan penulisan perintah antara huruf besar dan kecil, secara umum syntax penggunaan perintah pada Linux adalah:
Perintah [option.....] [argumen]
Ciri-ciri perintah Linux UNIX antara lain:
1. membedakan huruf besar dan kecil(case sensitive).
2. ada perintah-perintah untuk administrator(sysadmin command).
3. ada perintah untuk sembarang user.
System operasi Linux terdiri dari kernel, program system, dan beberapa program aplikasi. Kernel merupakan inti dari system operasi yang mengatur penggunaan memori, piranti masukan dan keluaran proses-proses, file pada file system dll. Program system dan semua program-program lainnya yang berjalan diatas kernel disebut user mode.
Perbedaan mendasar antara program sistem dan program aplikasi adalah program sistem dibutuhkan agar suatu sistem operasi dapat berjalan, sedangkan program aplikasi adalah program sistem yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi tertentu, contoh daemount merupakan program sistem dan program aplikasi shell adalah jembatan antara user input dengan kernel.
Linux merupakan kernel yang open source sehingga dapat dimiliki dan dirubah oleh siapa saja, akan tetapi ada beberapa perusahaan yang menaruh perhatian untuk turut serta mengembangkan Linux,


seperti RedHad, Mandrake, Slackware dan lain-lain. Red Had berkantor pusat di Amerika ini biasa dibilang distro yang sudah turut membantu pengembangan Linux, dari sekian banyak distro Linux, Slackware termasuk salah satu yang ikut proses instalasi maupun dalam penggunaannya, Linux disusun berdasarkan Slackware, dua hal yang terpenting dalam Slackware adalah bahwa semua isinya ( kernel, library, ataupun aplikasinya ).
System operasi Linux memiliki program inti yang disebut kernel, Linux terdiri dari kernel, program sistem dan beberapa program aplikasi, kernel merupakan inti dari system operasi yang mengatur penggunaan
memori, piranti masukan dan keluaran proses-proses pemakaian file pada file system dll, program system dan semua program-program lainnya yang berjalan diatas kernel disebut user mode. Kernel adalah suatu jembatan antara hardware dan aplikasi-aplikasi yang menterjemahkan bahasa software sehingga mampu di mengerti oleh hardware dan hardware segera memprosesnya sesuai dengan permintaan. Akibatnya hal tersebut memungkinkan pengguna untuk menggunakan atau bekerja dengan komputernya melalui software.
Kernel Linux terbagi beberapa bagian seperti manajemen proses, manajemen memori, hardware device driver, file system driver, manajemen memori menangani daerah pemakaian memori, daerah swap, bagian-bagian kernel untuk buffer cache, manajemen proses menangani pembuatan proses- proses dan penjadwalan proses. Pada bagian dasar kernel berisi hardware device driver untuk setiap jenis hardware yang di dukung. Jika pada lingkungan DOS terdapat Command yang berfungsi untuk menjembatani antara pengguna user dengan kernel, maka di Linux dikenal dengan nama shell. Shell ada bermacam-macam. Shell yang paling banyak digunakan di Linux adalah bash, selain itu shell yang lain adalah
•
Bourne Shell ( sh )
•
C Shell ( csh )
•
Korn Shell ( ksh )
•
Bourne again Shell ( bash )
Masing-masing shell memilikan perbedaan dalam hal tampilan dan pesan kesalahan, akan tetapi perintah dasar dan cara penulisannya adalah sama. Linux bisa berjalan hanya dengan ruang kosong 150 mb dalam hardisk.memory 2 mb ram, tatepi secara realitis tentunya di butuhkan ruang lagi untuk development tools, data dan sebagainya sehingga dibutuhkan sekitar 250mb spasi hard disk dan 12-16mb ram. Akan lain lagi ceritanya jika dengan keterbatasan seperti itu sebagai system operasi modern Linux mendukung banyak hardware yang beredar dipasaran tapi, ada beberapa yang tidak didukung karma masalah tehnik atau sekelompok sukarelawan sedang-
edang mengusahakan drivernya untuk distro mandrake umumnya berjalan secara normal pada hardware keluaran terbaru. Linux memiliki beberapa kelebihan diantaranya: Linux merupakan system operasi yang open source artinya pemakai diperkenankan untuk memiliki bahkan merubah source codenya untuk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanpa harus takut sanksi royalti. Demikian dengan program-program aplikasinya semua lisensinya dipegang oleh gnu gpl. Linux adalah tiruan unix. Pengembanagan linux pertama kali di lakukan Linus Benediet Torvads, Universitas Helsinki Vinlandia sebagai proyek hoby. Seluruh kode sumber Linux termasuk kernel, device drever,
ebrarys, program dan tool pengembang disebarkan secara bebas dengan lisensi gpl persi ke2 kemudian berkembang cepat melalui bantuan seluruh programmer di dunia melalui jaringan internet Linux. Linux memiliki shared libraries, demand loading, shared copy on write executables,proper memory manajemen dan tcp/ip networking. Linux pertama kali dipublikasikan tahun 1991 dengan versi kernel 0.01 kemudian disusul versi 0.00\11 pada Desember 1991. pada versi 0.13 Linux sudah lebih stabil dan Linux memutuskan mengubah versinya menjadi versi 0.95. sifat Linux lebih terbuka membuatnya masih terus dikembangkan oleh kelompok- kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di internet. Mereka saling tukar-menukar kode, melaporkan dan memenuhi segala masalah yang ada setiap orang yang tertarik dipersilahkan bergabung dalam pengembangan Linux.
Mungkin selama ini hanya akrap operating sistem yang berbasis windows saja, dengan beberapa variannya yang terkenal seperti windows 3.1, 95, NT, 98, ME, 2000 dan XP. Sedangkan ada beberapa operating sistem yang terdapat di pasaran seperti Sun Solaritar, Apple Macintosch, Unix dan Linux. Operating Linux sebenarnya merupakan kernel saja. Dapat diibaratkan kernel ibarat jantung dari system operasi sebab kernel mengatur semua proses seperti manajemen memori, proses input output, termasuk mengatur bekerjanya device atau hardware, jadi sebuah kernel tidak dapat digunakan secara langsung untuk kebutuhan aplikasi office terlebih multimedia Anda. Anda
tidak mengalami kesulitan untuk mengupgrade kernel mandrake Linux 9.1 Anda, karena Mandrake Linux 9.1 telah memiliki versi kernel yang termasuk paling baru yaitu kernel 2.4.2.1 yang mendukung berbagai macam jenis hardware, sebuah kernel Linux membutuhkan adanya program tambahan yang berjalan diatasnya. Program itu berfungsi sebagai pelengkap, sehingga kernel Linux dapat digunakan untuk kebutuhan perkantoran dan fungsional lainnya. Program-program tersebut berada dalam satu lisensi GNU dan sebutan populernya adalah Distro atau distribusi. Sampai sejauh ini telah lahir berpuluh-puluh distro, bahkan para programmer berbasis Linux di tiap-tiap negara menciptakan distro sendiri.
Adapun distro yang stabil dan populer di antaranya adalah RedHad, Slackware, SUSe, Debian, Mandrake dan sebagainya. Mungkin para pengguna sistem operasi Windows akan dibingungkan dengan banyaknya pilihan distro tersebut, ditambah lagi banyaknya versi dari masing-masing distro yang ditunjukkan dengan besarnya angka di belakang nama distro tersebut, dan tentu saja di pusingkan untuk memilih distro nama sesuai untuk kebutuhannya.
Berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai beberapa distro yang
populer, sebagai pengantar bagi para pemerhati dan peminat Linux.
•
RedHad
RedHad Linux merupakan desktop yang sudah sangat populer bahkan lebih populer dan banyak digunakan oleh pengguna Linux. RedHad dikembangkan pada tahun 1995 oleh Bob Young dan Marc Ewing. RedHad memiliki pedoman instalasi yang sangat baik
•
Mandrake
Mandrake sejak awal mula peluncurannya pada tahun 1998 diharapkan dapat menjadi Dekstop Linux yang mudah digunakan dan user friendly. Kemudahan tersebut dapat ditemui dari awal Anda mengatur partisi dengan fasilitas disk drake dan juga melakukan instalasi program sampai saat Anda melakukan konfigurasi dan perubahan program aplikasi tambahan.
Suse
Suse adalah distro Linux yang berasal dari Jerman dan menitik beratkan pada desktop dan workstation, sehingga memiliki kemudahan dalam instalasi, meskipun tidak semudah Mandrake Linux, Suse memiliki kemampuan untuk mendeteksi Hardware baru USB, seperti kamira digital. Tetapi sayangnya Suse tidak dapat Anda download secara gratis di situsnya.
•
Gentoo Linux
Distro ini diciptakan oleh Daniel Robbins, salah seorang pendiri dari Stampede. Instalasi distro ini tergolong sangat sulit dan sangat lama apalagi jika Anda berbagi dengan partisi windows. Meskipun setelah Anda menginstalasi distro ini Anda dapat mudah melakukan up date jika keluar versi terbaru.
•
Knoppix Linux
Ini dikembangkan oleh Klaus Knopper dan tergolong distro baru yang saat ini sedang populer, kemampuan dan kecepatannya dalam melakukan deteksi hardware secara otomatis. Cd instalernya dapat digunakan secara mudah untuk booting dan juga dapat digunakan untuk melakukan rescue disk serta Anda juga dapat mencoba dan menggunakan knoppix terlebih dahulu dari cd tersebut tanpa melakukan instalasi.

Cara Menginstal Ubuntu 10.04 Untuk Pemula



Ubuntu - Berikut ini adalah cara menginstal Ubuntu 10.04 untuk pemula atau bagi anda yang ingin mencoba mengenal lebih dekat dengan sistem operasi Linux yang dikembangkan oleh Canonical ini.


Apa yang perlu anda persiapkan?

jika anda benar-benar pemula dan belum pernah menginstal distro linux apapun sebelumnya, kami menyarankan agar anda menggunakan komputer dengan hardisk yang benar-benar kosong. Mengapa demikian?.. sebab kesalahan yang mungkin terjadi selama proses instalasi, terutama pada proses mempartisi harddisk, akan menyebabkan data atau file penting anda akan hilang dan tak dapat dikembalikan lagi. Disini kami mengasumsikan anda menggunakan sebuah harddisk kosong untuk menginstal Ubuntu 10.04;

Anda memerlukan sebuah CD Ubuntu 10.04 untuk memulai instalasi, jika belum ada, silahkan anda download Iso Image Ubuntu 10.04 melalui link yang kami sediakan pada artikel ini. Silahkan anda pilih yang sesuai dengan perangkat keras yang anda miliki. Setelah Ubuntu 10.04 selesai anda download, burninglah file iso tersebut dengan aplikasi pembakar CD seperti Nero, CDBurnerXP ataupun Roxio.

Masukkan CD kedalam CD/DVD-Rom dan restart komputer untuk melakukan booting dari CD. Tekan tombol F8, F11 atau tombol F12 (bergantung pada BIOS Anda) untuk memilih CD/DVD-ROM sebagai boot device yang akan dijalankan pertama kali.

Silahkan tunggu hingga CD selesai diloading...



Selanjutnya anda akan disajikan pilihan apakah ingin menjalankan Ubuntu sebagai sebuah Live CD atau ingin menjalankannya sebagai CD instalasi. Bagi anda yang ingin mengetahui seluk beluk Ubuntu 10.04 namun belum ingin menginstalnya secara langsung, silahkan anda pilih opsi untuk menjalankannya sebagai Live CD. Andapaun dapat menjalankan Instalasi melalui link yang terdapat pada desktop jika anda memutuskan untuk menjalankannya sebagai live CD. Disini kami menganggap anda memilih untuk mejalankannya sebagai sebuah instalasi.

Anda akan melihat wallpaper dan panduan instalasi. Pilih bahasa yang akan Anda gunakan kemudian klik tombol "Install Ubuntu 10.04 LTS" untuk melanjutkan ...



Berikutnya anda akan diminta menentukan lokasi. Setelah memilih lokasi Anda saat ini, sesuaikan juga wilayah waktu yang anda gunakan. Anda juga dapat memilih lokasi saat ini melalui menu drop-down "Region" yang terletak di bagian bawah. Klik tombol "Forward" setelah Anda menentukan lokasi yang diinginkan ...



Pada layar ketiga, Anda dapat memilih layout keyboard yang ingin anda gunakan. Biarkan dalam kondisi default jika anda tidak ingin melakukan penyesuaian. Klik tombol "Forward" untuk melanjutkan proses ...



Berikutnya adalah proses yang sangat penting, dan seperti telah kami kemukakan sebelumnya, proses penentuan partisi hardisk adalah proses yang rawan terjadi kesalahan bagi para pemula. Namun disini kami berikan beberapa pilihan sebegai pengetahuan tambahan.

Anda memiliki empat pilihan di sini:

1. Jika Anda memiliki sistem operasi lain (misalnya Windows XP) dan Anda ingin sistem dual boot, pilih opsi pertama: "Install them side by side, choosing between them at each startup."


Catatan: Opsi ini hanya akan muncul jika Anda memiliki sistem operasi lain telah terinstal pada komputer, Microsoft Windows misalnya. Ingatlah bahwa, setelah proses instalasi, boot loader Windows akan ditimpa oleh boot loader Ubuntu!

2. Jika Anda ingin menghapus sistem operasi yang sudah ada, atau harddisk sudah dalam kondisi kosong, dan Anda ingin agar installer melakukan proses partisi secara otomatis, silahkan gunakan pilihan kedua, "Use the entire disk."



Catatan: Pilihan ini direkomendasikan bagi pengguna yang tidak memiliki sistem operasi lain terpasang pad komputer atau yang ingin menghapus sistem yang sudah ada.

3. Pilihan ketiga adalah "Use the largest continuous free space" ini akan menginstal Ubuntu 10.04 dalam partisi kosong dalam harddisk yang telah dipilih jika anda memasang lebih dari satu harddisk.

4. Pilihan keempat adalah "Specify partitions manually" jika anda ingin melakukan partisi secara manual dan ini hanya dianjurkan untuk pengguna tingkat lanjut, untuk membuat partisi khusus atau memformat hardisk dengan file system lain selain pilihan yang telah ditentukan secara default. Langkah ini juga dapat digunakan untuk membuat partisi /home secara terpisah, yang sangat berguna jika Anda menginstal ulang seluruh sistem Ubuntu dikemudian hari.

Berikut adalah cara melakukan partisi secara manual untuk membuat partisi /home:

- Pilih "Specify partitions manually (advanced)" dan klik tombol "Forward";

- Pastikan bahwa harddisk yang anda pilih telah benar. /dev/sda adalah hardisk fisik pertama. /dev/sdb adalah hardisk kedua jika Anda memiliki lebih dari satu harddisk. Jadi, pastikan bahwa Anda tahu harddisk mana yang ingin Anda format! Jika tidak, Anda akan kehilangan SEMUA DATA ANDA pada harddisk yang telah terlanjur anda format;

- Kami asumsikan harddisk yang dipilih adalah kosong (tidak ada sistem operasi lain atau data penting di dalamnya), tetapi telah memiliki beberapa partisi. Pilih masing-masing partisi tersebut dan klik tombol "Delete". Setelah beberapa saat, anda akan diberitahukan bahwa ruang telah kosong. Lakukan langkah ini pada partisi lain dari harddisk yang telah anda pilih, hingga semua partisi lama terhapus dan anda hanya memiliki sebuah partisi tunggal;

- Pilih pada partisi kosong tersebut, klik tombol "Add". Pada jendela baru yang muncul, isikan nilai 2000 (contoh saja) "dalam satuan megabyte" untuk membuat partisi "swap", untuk menentukannya, silahkan pilih dalam daftar menu drop down pada "Mount point" dan pilih "swap". Klik tombol OK, beberapa saat kemudian Anda akan mendapatkan sebuah partisi swap sesuai dengan kapasitas yang telah anda tentukan tadi;

- Pilih ruang kosong berikutnya, klik tombol "Add". Pada jendela yang muncul, pilih opsi "Primary", tentukan nilai antara 10.000 dan 50.000 dalam ukuran "megabyte" untuk digunakan sebagai partisi "/". Pilih opsi "/" pada menu drop down "Mount point". " Klik tombol OK, beberapa saat kemudian anda akan mendapatkan sebuah partisi "ext4 /" sesuai dengan ukuran yang telah anda tentukan;

- Pilih ruang harddisk yang tersisa, klik tombol "Add". Pada jendela baru, pilih Opsi "Primary", tentukan nilai antara 30.000 dan 50.000 (atau seberapapun ruang yang tersisa pada harddisk) dalam ukuran "megabyte" untuk digunakan sebagai partisi "/home". Pilih opsi "/home" pada menu drop down "Mount point". " Klik tombol OK, beberapa saat kemudian anda akan mendapatkan sebuah partisi "ext4 /home" sesuai dengan ukuran ynag telah anda tentukan;

Catatan: Anda dapat menentukan nilai sebuah partisi sesuai dengan kapasitas hardisk yang anda miliki, contohnya bila anda memiliki hardis dengan kapasitas 40GB, anda dapat membaginya menjadi tiga partisi; 2GB untuk "swap", 20GB untuk "/" dan sisanya 18GB untuk "/home".



Tabel partisi anda akan nampak seperti ini. Jika dirasa cukup, klik tombol "Forward" untuk melanjutkan proses instalasi ...



PERINGATAN: Perlu diketahui bahwa semua data pada harddisk atau partisi yang dipilih akan dihapus dan tak dapat dikembalikan lagi.

Klik "Forward" untuk melanjutkan proses instalasi ...

Pada langkah ini anda harus mengisi pada kolom sesuai dengan pertanyaan yang diminta. Pertama, isi kolom dengan nama asli Anda, berikutnya isi dengan nama yang ingin Anda gunakan untuk login pada Ubuntu (ini disebut "username" yang akan selalu diminta supaya anda bisa login ke dalam sistem) dan terakhir, silahkan masukkan password dan nama komputer yang anda inginkan. Ada sebuah opsi bernama "Log in automatically." Jika Anda mencentang kotak pada pilihan ini, Anda akan secara otomatis login ke desktop Ubuntu. Klik tombol "Forward" untuk melanjutkan ...



Ini proses akhir persiapan instalasi. Di sini, Anda dapat memilih untuk menginstal boot loader pada partisi lain dalam harddisk, tetapi hanya disarankan bagi pengguna tingkat lanjut. Jika anda seorang pemula, biarkan opsi pada langkah ini dalam kondisi default dan lanjutkanlah proses dengan memilih tombol "Insatll"




Proses instalasi Ubuntu 10.04 akan segera dilakukan, tunggulah hingga proses ini diselesaikan...



Setelah sekitar 10 hingga 18 menit (bergantung spesifikasi komputer Anda), sebuah jendela pop-up akan ditampilkan, yang intinya memberitahukan kepada anda bahwa instalasi telah selesai, Anda harus merestart komputer untuk mulai menggunakan sitem Ubuntu yang baru saja anda instal. Klik Tombol "Restart Now" untuk segera menjalankan sistem Ubuntu 10.04 pada komputer anda...



CD installasi secara otomatis akan dikeluarkan; ambil CD anda dan tekan "Enter" untuk me-reboot komputer. Komputer akan segera direstart dan dalam beberapa detik, Anda akan melihat boot splash Ubuntu ...



Pada layar login, klik username dan masukan password Anda. Klik tombol "Log In" atau tekan Enter untuk mulai menggunakan Ubuntu 10.04...



Nahh... bergembira dan bersuka citalah anda dengan sitem operasi baru anda, Ubuntu 10.04 Lucid Lynx......


Selamat mencoba....